This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 19 April 2016

SAP/SILABUS AKUNTANSI MANAJEMEN & PRAK /AKUTANSI D3 – UNIVERSITAS GUNADARMA


SATUAN ACARA PERKULIAHAN (PENGAJARAN)


Tujuan Instruksional Umum / TIU
Setelah diberikan penjelasan garis besar akuntansi manajemen mahasiswa dapat membedakan akuntansi keuangan untuk pihak luar dan informasi akuntansi unyuk pihak manajemen

sessi ke
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
1
Ruang Lingkup Akuntansi manajemen

1.   Pengertian Akuntansi Manajemen
2.   Perbandingan Akuntansi Manajemen dengan Akuntansi Keuangan
3.   Informasi Akuntansi Differensial untuk pengambilan keputusan
4.   Isu Akuntansi Manajemen terkini/terbaru

2
Klasifikasi, Konsep dan Terminologi Biaya

1.       Konsep Biaya
2.       Klasifikasi Biaya dalam perusahaan Pabrikasi
3.       Klasifikasi Biaya dalam perusahaan Dagang
4.       Klasifikasi Biaya dalam perusahaan Jasa

3
Direct Costing (Variabel Costing)

1.    Full Costing dan Direct Costing
Pendekatan penyusunan laporan Rugi/Laba Full Costing dan Direct Costing
4
Cost Profit Volume Analysis (CPV Analysis)
1.    Komputasi  BEP melalui pendekatan matematik
2.    Komputasi BEP melalu pendekatan grafik
3.    Perhitungan Margin of Safety
4.    Perhitungan Operating Leverage (Tuasan Operasi)
5.    Dampak Perubahan Harga Jual, Volume Penjualan dan Biaya pada titik keseimbanga BEP

5
Biaya Relevan dan Pengambilan Keputusan Jangka Pendek
  1. Bagian dari Informasi Akuntansi Differensial ”
·      Aktiva Differensial
·      Pendapatan Differensial
·      Biaya Differensial
  1. Konsep-konsep biaya relevan dalam pengambilan keputusan jangka pendek
  2. Konsep-konsep b  iaya opportunity dalam pengambilan keputusan


6
Keputusan Investasi pada barang modal

1.    Teknik analysis penilaian investasi
2.    Alat penilaian dalam pengambilan keputusan investasi “DENGAN”  pendiskontoan arus kas
3.    Alat penilaian dalam pengambilan keputusan investasi “TANPA” pendiskontoan arus kas

7
Peranggaran


1.    Tujuan dan manfaat peranggaran
2.    Jenis-jenis anggaran
3.    Penyusunan Induk Anggaran

8
Akuntansi pertanggung jawaban.

  1. Pusat biaya, pusat laba dan pusat investasi
Penyusunan laporan pertanggungjawaban
9
Akuntansi pertanggung jawaban (pusat laba) dan Biaya Transfer
1.    Akuntansi pertanggung jawaban (pusat laba)
2.    Harga jual transfer
3.    Analisis laba kotor

10
Penentuan harga jual dan laporan untuk manajemen
1.    Informasi akuntansi biaya penuh bagi penentuan harga jual
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual
3.    Pengambilan keputusan untuk harga jual.
4.    Laporan untuk manajemen.


11
Balance Score Card
1.    Balance Score Card
2.    Perspektif pada Balance Score Card

12
Just In Time dan Activity Based Costing
a.    Penerapan Just In Time
b.    Kunci-kunci Keberhasilan Just In Time
c.     Keterbatasan penentuan harga pokok produk tradisional
d.    Activity Based Costing (ABC)
Activity Based Manajemen (ABM)

REFERENSI:
-       Mulyadi, 1997, Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Yogyakarta : STIE YKPN.
-       Ray H. Garrison, 2000. Akuntansi Manajemen, Yogyakarta: AK Group.

-       RA. Supriyono, 2002. Akuntansi Biaya & Akuntansi Manajemen untuk Teknologi Maju dan Globalisasi. Yogyakarta : BPFE
Share:

SAP/SILABUS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT II & PRAK /AKUTANSI D3 – UNIVERSITAS GUNADARMA


SATUAN ACARA PERKULIAHAN (PENGAJARAN)

Mata Kuliah                 :  AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT II & PRAK
Kode Mata Kuliah       :  KD024217
SKS                             : 3
Waktu Pertemuan        :

sessi ke
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
1
AKUNTANSI PENGGABUNGAN USAHA DAN INVESTASI DALAM SAHAM

  • Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian penggabungan usaha .
  • Mahasiswa dapat menjelaskan bentuk-bentuk penggabungan usaha.

1.1   Kontribusi Relatif Perusahaan yang Bergabung
  • Mahasiswa dapat menjelaskan cara menentukan banyaknya saham yang harus diserahkan kepada perusahaan yang digabung.
  • Mahasiswa dapat menjabarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan dasar yang akan dipakai dalam menentukan kontribusi relatif.

1.2   Konsep Akuntansi Dalam Penggabungan Usaha
  • Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur akuntansi untuk penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (by pooling of interest).
  • Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur akuntansi untuk penggabungan usaha berdasarkan metode pembelian (by purchase).
  • Mahasiswa dapat membandingkan metode penyatuankepemilikan dan pembelian.

1.3   Akuntansi Untuk Investasi Dalam Saham
  • Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi penggabungan usaha dengan mengeluarkan satu jenis saham.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi penggabungan usaha dengan mengeluarkan lebih dari satu jenis saham.

2
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI – PENGANTAR

  • Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian laporan keuangan konsolidasi.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan sifat-sifat laporan keuangan yang dikonsolidasikan.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah umum yang dihadapi dalam penyusunan laporan konsolidasi.

2.2 Teknik dan Prosedur Konsolidasi
  • Mahasiswa dapat menjelaskan konsolidasi dengan metode ekuitas.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan konsolidasi dengan metode ekuitas tidak lengkap.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan konsolidasi dengan metode biaya.

3
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI – METODE EQUITY

  • Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian laporan keuangan konsolidasi dengan metode equity.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan pedoman untuk menggunakan metode equity.

4.2 Prosedur Akuntansi Metode Equity
  • Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur pencatatan terhadap investasi saham pada perusahaan anak dengan metode equity.

4.3 Modifikasi dalam metode Equity
  • Mahasiswa dapat menjelaskan penyelesaian masalah hutang-piutang antar perusahaan afiliasi.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan penyelesaian masalah wesel tagih dan atau wesel bayar yang didiskontokan kedalam modal bagi seorang sekutu.
  • Mahasiswa dapat melakukan penyesuaian dan koreksi sebelum penyusunan Neraca konsolidasi.

4.4 Penyusunan Neraca konsolidasi
  • Mahasiswa dapat melakukan penyusunan neraca konsolidasi

4
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI – METODE HARGA PEROLEHAN

  • Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian penyusunan laporan keuangan konsolidasi dengan metode harga perolehan.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan metode equity dan metode harga perolehan.

5.2 Prosedur Pencatatan Metode Harga Pokok
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pencatatan investasi saham pada anak perusahaan dengan metode harga pokok.

5.3 Penyusunan Neraca Konsolidasi
·         Mahasiswa dapat melakukan penyusunan neraca konsolidasi secara lengkap.

5
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI – MASALAH KHUSUS

·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah khusus yang terjadi dalam laporan keuangan konsolidasi.

6.2 Masalah-masalah Khusus
·         Mahasiswa dapat melakukan pencatatan akuntansi terhadap berbagai jenis transaksi-transaksi penjualan barang dagangan antar perusahaan afiliasi.
·         Mahasiswa dapat melakukan eliminasi Neraca terhadap Laba-Rugi penjualan obligasi antar perusahaan afiliasi.
·         Mahasiswa dapat melakukan eliminasi terhadap hak-hak pemilikan pada neraca konsolidasi apabila terjadi pembelian langsung saham dari perusahaan anak.
·         Mahasiswa dapat melakukan eliminasi terhadap hak-hak pemilikan perusahaan induk  jika ada perusahaan anak memiliki lebih dari satu jenis saham.
·         Dan masalah khusus yang lain.

6
KONSOLIDASI – PERUBAHAN KEPEMILIKAN
Pengertian dan Pengaruh Adanya Perubahan Hak Pemilikan
·         Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan perubahan hak pemilikan.

7.2 Beberapa Hal yang Menyebabkan Perubahan Hak   pemilikan dan Pengaruhnya terhadap Neraca konsolidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan  perlakuan akuntansi untuk pembelian saham perusahaan anak yang dilakukan beberapa kali.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan perlakuan akuntansi untuk pembelian dan penjualan saham perusahaan anak yang dimiliki perusahaan induk.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan perlakuan akuntansi untuk emisi saham dan penarikan kembali saham-saham perusahaan anak yang mempengaruhi hak pemilikan perusahaan induk.
Dan perlakuan akuntansi transaksi lainnya yang mempengaruhi perubahan hak pemilikan
7
KONSOLIDASI – PEMILIKAN TIDAK LANGSUNG DAN SALING MEMILIKI SAHAM

  • Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian pemilikan tidak langsung dan saling memiliki saham.

8.2 Pemilikan Tidak Langsung
  • Mahasiswa dapat menjelaskan jurnal eliminasi untuk menyusun neraca konsolidasi pemilikan saham-saham perusahaan anak yang terjadi sesudah adanya hak kontrol perusahaan induk atas perusahaan sub induk.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan jurnal eliminasi untuk menyususn neraca konsolidasi pemilikan saham-saham perusahaan anak yang terjadi sebelum adanya hak kontrol oleh perusahaan induk terhadap perusahaan sub induk.
  • Mahasiswa dapat menjelaskan jurnal eliminasi untuk menyususn neraca konsolidasi pemilikan saham-saham perusahaan anak jika hak kontrol diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi diantara perusahaan-perusahaan anak.

8.3 Saling Memilik Saham
  • Mahasiswa dapat membuat eliminasi kepemilikan saham pada perusahaan anak atas perusahaan induk jika pemilikan saham pada perusahaan anak terjadi pada saat perusahaan anak didirikan.
Mahasiswa dapat membuat eliminasi kepemilikan saham pada perusahaan anak atas perusahaan induk jika pemilikan saham pada perusahaan anak terjadi setelah  perusahaan anak berjalan
8
LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI
(LAPORAN LABA-RUGI, LAPORAN LABA YANG DITAHAN, NERACA)

Kontinuitas di dalam Laporan Keuangan yang dikonsolidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan adanya kontinuitas dalam Laporan Keuangan konsolidasi.

9.2 Laporan Keuangan Konsolidasi pada Perusahaan dagang
·         Mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan konsolidasi pada perusahaan dagang dengan metode Equity.
·         Mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan konsolidasi pada perusahaan dagang dengan metode Harga Perolehan.

9.3 Laporan Keuangan Konsolidasi pada Perusahaan Maufaktur
·         Mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan konsolidasi pada perusahaan manufaktur dengan metode Equity.
·         Mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan konsolidasi pada perusahaan manufaktur dengan metode Harga Perolehan.

9
LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI – PERUSAHAAN ANAK DI LUAR NEGERI

Akuntanssi Terhadap Transaksi Antar Perusahaan Afiliasi
  • Mahasiswa dapat menjelaskan pembukuan terhadap transaksi antar perusahaan afiliasi.

10.2 Penjabaran Rekening-Rekening Mata Uang Asing
  • Mahasiswa dapat menjelaskan ketentuan penjabaran yang dinyatakan dalam mata uang asing terhadap rekening-rekening neraca..
Mahasiswa dapat menjelaskan ketentuan penjabaran yang dinyatakan dalam mata uang asing  terhadap rekening-rekening penghasilan dan biaya-biaya.

REFERENSI:

  1. Drebin, Allan R., Advance Accounting (Akuntansi Keuangan Lanjutan), Edisi Kelima, Jakarta : Erlangga, 1994.
  2. Floyd A. Beams – Amir Abadi Yusuf, Akuntansi Keuangan Lanjutan di Indonesia, Buku Satu, Jakarta : Salemba Empat, , 2000.
  3. Jeter, Advanced Accounting, John Wiley, 2001
  4. Pahler, Advanced Accounting : Concepts & Practice, 7 th Edition, Harcourt, 2000.
  5. Utoyo Widayat, Akuntansi Keuangan Lanjutan : Ikhtisar Teori dan Soal, Edisi Revisi, Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,  1999.
  6. Wiratno, Dwi Haryono, Seri Diktat Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjutan 2, Jakarta : Penerbit Gunadarma, 1993.
  7. Yunus, Hadori – Harnanto, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Edisi Pertama, Yogyakarta : BPFE, 1994.
Share:

SAP/SILABUS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT I & PRAK / AKUTANSI D3 – UNIVERSITAS GUNADARMA


SATUAN ACARA PERKULIAHAN (PENGAJARAN)

Mata Kuliah                 :  AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT I & PRAK.
Kode Mata Kuliah       :  KK-024216
SKS                             : 3
Waktu Pertemuan        :


sessi ke
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
1
PERSEKUTUAN FIRMA -PEMBENTUKAN

Pengertian Firma
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Firma.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik Firma.
·         Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan bentuk-bentuk Firma.

1.2  Prosedur Pembukuan Pembentukan Firma
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur pembukuan Firma yang baru dibentuk dengan melanjutkan buku-buku perusahaan terdahulu.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan persekutuan yang baru dibentuk dengan membuka buku-buku baru.

1.3  Pembagian Laba Rugi dalam Firma
·         Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai cara pembagian laba-rugi dalam Firma.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan terhadap koreksi laba pada periode sebelumnya.

1.4  Penyusunan Laporan Keuangan
·         Mahasiswa dapat menyusun Laporan Laba rugi.
·         Mahasiswa dapat menyusun Laporan Perubahan Modal.
Mahasiswa dapat menyusun Laporan Neraca
2
PERSEKUTUAN FIRMA – PEMBUBARAN

2.1   Kondisi yang menimbulkan Pembubaran
·         Mahasiswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pembubaran persekutuan.

2.2   Akuntansi dalam Pembubaran Persekutuan
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi masuknya satu atau lebih anggota baru dengan berbagai cara penyertaan modal.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi pengunduran diri seorang anggota.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi jika satu atau lebih anggota sekutu meninggal dunia.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha.

3
PERSEKUTUAN FIRMA - LIKUIDASI

3.1   Pengertian Likuidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian likuidasi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur dalam likuidasi.

3.2 Prosedur  Likuidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur dalam likuidasi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan proses dan pencatatan berlangsungnya likuidasi.

3.3 Bentuk-bentuk Likuidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi sekaligus.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi berangsur atau bertahap.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi dengan program kas.

3.4 Pembayaran Kembali Hak Penyertaan
·         Mahasiswa dapat menjelaskan penyelesaian pembayaran hak penyertaan anggota sekutu secara periodik.
·         Mahasiswa dapat menentukan prioritas pembayaran kepada anggota sekutu.
Mahasiswa dapat menyusun rencana prioritas pembayaran kepada anggota sekutu sebelum proses likuidasi
4
JOINT VENTURE

Pengertian
·         Mahasiswa dapat mendefinisikan Joint Venture.

4.2 Akuntansi untuk Joint venture
·         Mahasiswa dapat menjelaskan buku-buku diselenggarakan terpisah dari pembukuan masing-masing anggota.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan rekening-rekening untuk setiap transaksi dalam joint venture  dan dicatat di dalam buku masing-masing anggota (tidak diselenggarakan pembukuan secara terpisah terhadap aktivitas joint venture).

5
PENJUALAN ANGSURAN

Pengertian
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk perjanjian penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penjualan angsuran.

5.2 Pengakuan Laba Kotor dan Bunga
·         Mahasiswa dapat  menyebutkan metode pengakuan laba kotor dalam penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan jenis-jenis metode penetapan laba kotor pada penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai cara penentuan bunga dalam penjualan angsuran serta pencatatannya baik pada buku si pembeli maupun si penjual.

5.3 Penjualan Angsuran Barang-barang Tak Bergerak
·         Mahasiswa dapat membuat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan angsuran barang-barang tak bergerak.

5.4 Penjualan Angsuran Barang-barang Bergerak
·         Mahasiswa dapat membuat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan angsuran barang-barang bergerak.

5.5 Penyusunan Laporan Keuangan
·         Mahasiswa dapat memahami informasi penjualan angsuran dalam penyusunan laporan keuangan.

6
PENJUALAN KONSINYASI

·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian penjualan konsinyasi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan keuntungan penjualan konsinyasi yang dilakukan oleh pengamanat dan komisioner.
·         Mahasiswa dapat penjelaskan system operasi penjualan konsinyasi.
·         Mahasiswa dapat menerangkan hak dan kewajiban komisioner.

6.2 Akuntansi Penjualan Konsinyasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan transaksi penjualan konsinyasi dan laba/rugi atas penjualan konsinyasi dicatat secara terpisah dengan penjualan biasa baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan transaksi penjualan konsinyasi dan laba/rugi atas penjualan konsinyasi digabungkan  dengan penjualan biasa baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner.

6.3 Masalah Lain dalam penjualan Konsinyasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah yang biasa ditemukan dalam penjualan konsinyasi, misal: uang muka dari komisioner, retur penjualan, barang konsinyasi terjual sebagian, dan lain-lain.

6.4 Penyusunan Laporan Laba Rugi
·         Mahasiswa dapat melakukan penyusunan laporan perhitungan laba rugi penjualan konsinyasi.

7
HUBUNGAN ANTARA KANTOR PUSAT DAN  CABANG

·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian kantor pusat dan kantor cabang.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan pembentukan cabang.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik kantor cabang.
·         Mahasiswa dapat menerangkan hak dan kewajiban kantor cabang.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.


7.2 Akuntansi untuk Operasi Kantor Cabang
·         Mahasiswa dapat menjelaskan sistem pengumpulan dan pengolahan data akuntansi terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di kantor cabang, baik secara sentralisasi,desentralisasi maupun kombinasi diantara keduanya.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip pelaksaanaan yang dilakukan dalam sistem pengumpulan dan pengolahan data akuntansi terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di kantor cabang, baik secara sentralisasi,desentralisaasi maupun kombinasi antara keduanya.

7.3 Masalah Lain pada Kantor Cabang
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah akuntansi yang sering ditemukan (dalam Sistem Desentralisasi), apabila hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabangnya menyangkut  pengiriman (transfer) uang antar cabang,barang-barang untuk cabang dinota diatas harga pokoknya atau barang-barang dinota dengan harga jual eceran.

7.4 Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan
·         Mahasiswa dapat melakukan penyusunan laporan keuangan gabungan apabila barang-barang cabang dinota diatas harga pokok

8
KONSEP DAN TRANSAKSI MATA UANG ASING

·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Konsep dan Transaksi mata uang asing.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan alasan suatu negara menggunakan mata uang asing dalam suatu transaksi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana penggunaan mata uang asing dalam suatu transaksi.

8.2 Masalah Transaksi Mata Uang Asing
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah yang timbul akibat nilai kurs mata uang yang menyatakan hubungan nilai diantara satu kesatuan mata uang asing dan kesatuan mata uang dalam negeri.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah yang mungkin timbul dalam penggunaan mata uang asing , nilai tukar tidak langsung dalam perdagangan,dan juga masalah yang timbul dalam transaksi jual beli yang dilakukan suatu negara dengan negara lain.
·         Mahasiswa harus dapat menjelaskan masalah penjabaran nilai mata uang dan selisih penyesuaian kurs. 
8.3 Laporan Keuangan Mata Uang Asing
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian dan tujuan dibuatnya laporan keuangan mata uang asing.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana penyusunan laporan keuangan mata uang asing.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan laporan keuangan mata uang asing dengan laporan keuangan biasa tanpa adanya unsur mata uang asing.
Mahasiswa dapat menjelaskan masalah yang dapat timbul dalam proses penyusunan laporan keuangan mata uang asing, diantaranya penggunaan nilai tukar tidak langsung dalam perdagangan, dan transaksi jual beli yang dilakukan suatu negara dengan negara lain.

REFERENSI:

  1. Beams, Floyd A, Akuntansi Keuangan lanjutan di Indonesia, Buku Dua, Jakarta : Salemba Empat, 2000.
  2. Drebin, Allan R, Advance Accounting (Akuntansi Keuangan Lanjutan ), Edisi Kelima, Jakarta : Erlangga, 1996.
  3. Jeter, Advanced Accounting, John Wiley, 2001.
  4. Pahler, Advanced Accounting : Concept & Practice, 7 th Edition, Harcourt, 2000.
  5. Widayat, Utoyo, Akuntansi Keuangan Lanjutan : Ikhtisar Teori dan Soal, Edisi Revisi, Jakarta : FE Universitas Indonesia, 1999.
  6. Yunus, Hadori – Harnanto, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Edisi Pertama, Yogyakarta : BPFE Yogyakarta, 1994.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Recent Posts

Pages

Theme Support