SATUAN ACARA
PERKULIAHAN (PENGAJARAN)
Mata Kuliah : AKUNTANSI
KEUANGAN LANJUT I & PRAK.
Kode Mata Kuliah : KK-024216
SKS :
3
Waktu Pertemuan :
sessi
ke
|
Pokok Bahasan
|
Sub Pokok Bahasan
|
1
|
PERSEKUTUAN FIRMA -PEMBENTUKAN
|
Pengertian Firma
·
Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Firma.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik
Firma.
·
Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan
bentuk-bentuk Firma.
1.2 Prosedur Pembukuan
Pembentukan Firma
·
Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur pembukuan
Firma yang baru dibentuk dengan melanjutkan buku-buku perusahaan terdahulu.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan persekutuan yang
baru dibentuk dengan membuka buku-buku baru.
1.3 Pembagian Laba Rugi dalam
Firma
·
Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai cara
pembagian laba-rugi dalam Firma.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan terhadap koreksi
laba pada periode sebelumnya.
1.4 Penyusunan Laporan
Keuangan
·
Mahasiswa dapat menyusun Laporan Laba rugi.
·
Mahasiswa dapat menyusun Laporan Perubahan
Modal.
Mahasiswa dapat menyusun Laporan Neraca
|
2
|
PERSEKUTUAN FIRMA – PEMBUBARAN
|
2.1 Kondisi yang menimbulkan
Pembubaran
·
Mahasiswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pembubaran
persekutuan.
2.2 Akuntansi dalam Pembubaran
Persekutuan
·
Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi masuknya satu atau lebih anggota
baru dengan berbagai cara penyertaan modal.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi pengunduran diri seorang
anggota.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi jika satu atau lebih anggota
sekutu meninggal dunia.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi penyatuan dan atau perubahan
bentuk badan usaha.
|
3
|
PERSEKUTUAN FIRMA - LIKUIDASI
|
3.1
Pengertian Likuidasi
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan pengertian likuidasi.
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan prosedur dalam likuidasi.
3.2 Prosedur Likuidasi
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan prosedur dalam likuidasi.
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan proses dan pencatatan berlangsungnya likuidasi.
3.3 Bentuk-bentuk Likuidasi
·
Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi
sekaligus.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi
berangsur atau bertahap.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi dengan
program kas.
3.4 Pembayaran Kembali Hak Penyertaan
·
Mahasiswa dapat menjelaskan penyelesaian
pembayaran hak penyertaan anggota sekutu secara periodik.
·
Mahasiswa dapat menentukan prioritas
pembayaran kepada anggota sekutu.
Mahasiswa dapat menyusun rencana prioritas
pembayaran kepada anggota sekutu sebelum proses likuidasi
|
4
|
JOINT VENTURE
|
Pengertian
·
Mahasiswa dapat
mendefinisikan Joint Venture.
4.2 Akuntansi untuk
Joint venture
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan buku-buku diselenggarakan terpisah dari pembukuan masing-masing
anggota.
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan rekening-rekening untuk setiap transaksi dalam joint venture dan dicatat di dalam buku masing-masing
anggota (tidak diselenggarakan pembukuan secara terpisah terhadap aktivitas
joint venture).
|
5
|
PENJUALAN ANGSURAN
|
Pengertian
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan pengertian penjualan angsuran.
·
Mahasiswa dapat
menyebutkan bentuk-bentuk perjanjian penjualan angsuran.
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penjualan angsuran.
5.2 Pengakuan Laba Kotor
dan Bunga
·
Mahasiswa dapat menyebutkan metode pengakuan laba kotor
dalam penjualan angsuran.
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan jenis-jenis metode penetapan laba kotor pada penjualan angsuran.
·
Mahasiswa dapat
menjelaskan berbagai cara penentuan bunga dalam penjualan angsuran serta
pencatatannya baik pada buku si pembeli maupun si penjual.
5.3 Penjualan Angsuran
Barang-barang Tak Bergerak
·
Mahasiswa dapat
membuat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan angsuran
barang-barang tak bergerak.
5.4 Penjualan Angsuran
Barang-barang Bergerak
·
Mahasiswa dapat
membuat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan angsuran
barang-barang bergerak.
5.5 Penyusunan Laporan
Keuangan
·
Mahasiswa dapat
memahami informasi penjualan angsuran dalam penyusunan laporan keuangan.
|
6
|
PENJUALAN KONSINYASI
|
·
Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian
penjualan konsinyasi.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan keuntungan
penjualan konsinyasi yang dilakukan oleh pengamanat dan komisioner.
·
Mahasiswa dapat penjelaskan system operasi
penjualan konsinyasi.
·
Mahasiswa dapat menerangkan hak dan kewajiban
komisioner.
6.2 Akuntansi Penjualan Konsinyasi
·
Mahasiswa dapat menjelaskan transaksi
penjualan konsinyasi dan laba/rugi atas penjualan konsinyasi dicatat secara
terpisah dengan penjualan biasa baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan transaksi
penjualan konsinyasi dan laba/rugi atas penjualan konsinyasi digabungkan dengan penjualan biasa baik bagi pengamanat
maupun bagi komisioner.
6.3 Masalah Lain dalam penjualan Konsinyasi
·
Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah
yang biasa ditemukan dalam penjualan konsinyasi, misal: uang muka dari
komisioner, retur penjualan, barang konsinyasi terjual sebagian, dan
lain-lain.
6.4 Penyusunan Laporan Laba Rugi
·
Mahasiswa dapat melakukan penyusunan laporan
perhitungan laba rugi penjualan konsinyasi.
|
7
|
HUBUNGAN ANTARA KANTOR PUSAT DAN
CABANG
|
·
Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian kantor
pusat dan kantor cabang.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan
pembentukan cabang.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik
kantor cabang.
·
Mahasiswa dapat menerangkan hak dan kewajiban
kantor cabang.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara
kantor pusat dengan kantor cabang.
7.2 Akuntansi untuk Operasi Kantor Cabang
·
Mahasiswa dapat menjelaskan sistem pengumpulan
dan pengolahan data akuntansi terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di
kantor cabang, baik secara sentralisasi,desentralisasi maupun kombinasi
diantara keduanya.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip
pelaksaanaan yang dilakukan dalam sistem pengumpulan dan pengolahan data
akuntansi terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di kantor cabang, baik
secara sentralisasi,desentralisaasi maupun kombinasi antara keduanya.
7.3 Masalah Lain pada Kantor Cabang
·
Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah
akuntansi yang sering ditemukan (dalam Sistem Desentralisasi), apabila
hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabangnya menyangkut pengiriman (transfer) uang antar
cabang,barang-barang untuk cabang dinota diatas harga pokoknya atau
barang-barang dinota dengan harga jual eceran.
7.4 Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan
·
Mahasiswa dapat melakukan penyusunan laporan
keuangan gabungan apabila barang-barang cabang dinota diatas harga pokok
|
8
|
KONSEP DAN TRANSAKSI MATA UANG ASING
|
·
Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Konsep dan
Transaksi mata uang asing.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan alasan suatu
negara menggunakan mata uang asing dalam suatu transaksi.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana
penggunaan mata uang asing dalam suatu transaksi.
8.2 Masalah Transaksi Mata Uang Asing
·
Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah
yang timbul akibat nilai kurs mata uang yang menyatakan hubungan nilai
diantara satu kesatuan mata uang asing dan kesatuan mata uang dalam negeri.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan masalah yang
mungkin timbul dalam penggunaan mata uang asing , nilai tukar tidak langsung
dalam perdagangan,dan juga masalah yang timbul dalam transaksi jual beli yang
dilakukan suatu negara dengan negara lain.
·
Mahasiswa harus dapat menjelaskan masalah
penjabaran nilai mata uang dan selisih penyesuaian kurs.
8.3 Laporan Keuangan Mata Uang Asing
·
Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian dan
tujuan dibuatnya laporan keuangan mata uang asing.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana
penyusunan laporan keuangan mata uang asing.
·
Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan laporan
keuangan mata uang asing dengan laporan keuangan biasa tanpa adanya unsur
mata uang asing.
Mahasiswa dapat menjelaskan masalah yang dapat
timbul dalam proses penyusunan laporan keuangan mata uang asing, diantaranya
penggunaan nilai tukar tidak langsung dalam perdagangan, dan transaksi jual
beli yang dilakukan suatu negara dengan negara lain.
|
REFERENSI:
- Beams,
Floyd A, Akuntansi Keuangan lanjutan di Indonesia, Buku Dua,
Jakarta : Salemba Empat, 2000.
- Drebin,
Allan R, Advance Accounting (Akuntansi Keuangan Lanjutan ), Edisi
Kelima, Jakarta : Erlangga, 1996.
- Jeter,
Advanced
Accounting, John Wiley, 2001.
- Pahler,
Advanced
Accounting : Concept & Practice, 7 th Edition, Harcourt, 2000.
- Widayat,
Utoyo, Akuntansi Keuangan Lanjutan : Ikhtisar Teori dan Soal,
Edisi Revisi, Jakarta : FE Universitas Indonesia, 1999.
- Yunus,
Hadori – Harnanto, Akuntansi Keuangan Lanjutan,
Edisi Pertama, Yogyakarta : BPFE Yogyakarta, 1994.







0 komentar:
Posting Komentar