Selasa, 19 April 2016

SAP/SILABUS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT I & PRAK / AKUTANSI D3 – UNIVERSITAS GUNADARMA


SATUAN ACARA PERKULIAHAN (PENGAJARAN)

Mata Kuliah                 :  AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT I & PRAK.
Kode Mata Kuliah       :  KK-024216
SKS                             : 3
Waktu Pertemuan        :


sessi ke
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
1
PERSEKUTUAN FIRMA -PEMBENTUKAN

Pengertian Firma
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Firma.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik Firma.
·         Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan bentuk-bentuk Firma.

1.2  Prosedur Pembukuan Pembentukan Firma
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur pembukuan Firma yang baru dibentuk dengan melanjutkan buku-buku perusahaan terdahulu.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan persekutuan yang baru dibentuk dengan membuka buku-buku baru.

1.3  Pembagian Laba Rugi dalam Firma
·         Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai cara pembagian laba-rugi dalam Firma.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan terhadap koreksi laba pada periode sebelumnya.

1.4  Penyusunan Laporan Keuangan
·         Mahasiswa dapat menyusun Laporan Laba rugi.
·         Mahasiswa dapat menyusun Laporan Perubahan Modal.
Mahasiswa dapat menyusun Laporan Neraca
2
PERSEKUTUAN FIRMA – PEMBUBARAN

2.1   Kondisi yang menimbulkan Pembubaran
·         Mahasiswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pembubaran persekutuan.

2.2   Akuntansi dalam Pembubaran Persekutuan
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi masuknya satu atau lebih anggota baru dengan berbagai cara penyertaan modal.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi pengunduran diri seorang anggota.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi jika satu atau lebih anggota sekutu meninggal dunia.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan akuntansi penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha.

3
PERSEKUTUAN FIRMA - LIKUIDASI

3.1   Pengertian Likuidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian likuidasi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur dalam likuidasi.

3.2 Prosedur  Likuidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur dalam likuidasi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan proses dan pencatatan berlangsungnya likuidasi.

3.3 Bentuk-bentuk Likuidasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi sekaligus.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi berangsur atau bertahap.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan likuidasi dengan program kas.

3.4 Pembayaran Kembali Hak Penyertaan
·         Mahasiswa dapat menjelaskan penyelesaian pembayaran hak penyertaan anggota sekutu secara periodik.
·         Mahasiswa dapat menentukan prioritas pembayaran kepada anggota sekutu.
Mahasiswa dapat menyusun rencana prioritas pembayaran kepada anggota sekutu sebelum proses likuidasi
4
JOINT VENTURE

Pengertian
·         Mahasiswa dapat mendefinisikan Joint Venture.

4.2 Akuntansi untuk Joint venture
·         Mahasiswa dapat menjelaskan buku-buku diselenggarakan terpisah dari pembukuan masing-masing anggota.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan rekening-rekening untuk setiap transaksi dalam joint venture  dan dicatat di dalam buku masing-masing anggota (tidak diselenggarakan pembukuan secara terpisah terhadap aktivitas joint venture).

5
PENJUALAN ANGSURAN

Pengertian
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk perjanjian penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penjualan angsuran.

5.2 Pengakuan Laba Kotor dan Bunga
·         Mahasiswa dapat  menyebutkan metode pengakuan laba kotor dalam penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan jenis-jenis metode penetapan laba kotor pada penjualan angsuran.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai cara penentuan bunga dalam penjualan angsuran serta pencatatannya baik pada buku si pembeli maupun si penjual.

5.3 Penjualan Angsuran Barang-barang Tak Bergerak
·         Mahasiswa dapat membuat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan angsuran barang-barang tak bergerak.

5.4 Penjualan Angsuran Barang-barang Bergerak
·         Mahasiswa dapat membuat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan angsuran barang-barang bergerak.

5.5 Penyusunan Laporan Keuangan
·         Mahasiswa dapat memahami informasi penjualan angsuran dalam penyusunan laporan keuangan.

6
PENJUALAN KONSINYASI

·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian penjualan konsinyasi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan keuntungan penjualan konsinyasi yang dilakukan oleh pengamanat dan komisioner.
·         Mahasiswa dapat penjelaskan system operasi penjualan konsinyasi.
·         Mahasiswa dapat menerangkan hak dan kewajiban komisioner.

6.2 Akuntansi Penjualan Konsinyasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan transaksi penjualan konsinyasi dan laba/rugi atas penjualan konsinyasi dicatat secara terpisah dengan penjualan biasa baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan transaksi penjualan konsinyasi dan laba/rugi atas penjualan konsinyasi digabungkan  dengan penjualan biasa baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner.

6.3 Masalah Lain dalam penjualan Konsinyasi
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah yang biasa ditemukan dalam penjualan konsinyasi, misal: uang muka dari komisioner, retur penjualan, barang konsinyasi terjual sebagian, dan lain-lain.

6.4 Penyusunan Laporan Laba Rugi
·         Mahasiswa dapat melakukan penyusunan laporan perhitungan laba rugi penjualan konsinyasi.

7
HUBUNGAN ANTARA KANTOR PUSAT DAN  CABANG

·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian kantor pusat dan kantor cabang.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan pembentukan cabang.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan karakteristik kantor cabang.
·         Mahasiswa dapat menerangkan hak dan kewajiban kantor cabang.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.


7.2 Akuntansi untuk Operasi Kantor Cabang
·         Mahasiswa dapat menjelaskan sistem pengumpulan dan pengolahan data akuntansi terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di kantor cabang, baik secara sentralisasi,desentralisasi maupun kombinasi diantara keduanya.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip pelaksaanaan yang dilakukan dalam sistem pengumpulan dan pengolahan data akuntansi terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di kantor cabang, baik secara sentralisasi,desentralisaasi maupun kombinasi antara keduanya.

7.3 Masalah Lain pada Kantor Cabang
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah akuntansi yang sering ditemukan (dalam Sistem Desentralisasi), apabila hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabangnya menyangkut  pengiriman (transfer) uang antar cabang,barang-barang untuk cabang dinota diatas harga pokoknya atau barang-barang dinota dengan harga jual eceran.

7.4 Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan
·         Mahasiswa dapat melakukan penyusunan laporan keuangan gabungan apabila barang-barang cabang dinota diatas harga pokok

8
KONSEP DAN TRANSAKSI MATA UANG ASING

·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Konsep dan Transaksi mata uang asing.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan alasan suatu negara menggunakan mata uang asing dalam suatu transaksi.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana penggunaan mata uang asing dalam suatu transaksi.

8.2 Masalah Transaksi Mata Uang Asing
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah yang timbul akibat nilai kurs mata uang yang menyatakan hubungan nilai diantara satu kesatuan mata uang asing dan kesatuan mata uang dalam negeri.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan masalah yang mungkin timbul dalam penggunaan mata uang asing , nilai tukar tidak langsung dalam perdagangan,dan juga masalah yang timbul dalam transaksi jual beli yang dilakukan suatu negara dengan negara lain.
·         Mahasiswa harus dapat menjelaskan masalah penjabaran nilai mata uang dan selisih penyesuaian kurs. 
8.3 Laporan Keuangan Mata Uang Asing
·         Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian dan tujuan dibuatnya laporan keuangan mata uang asing.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana penyusunan laporan keuangan mata uang asing.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan laporan keuangan mata uang asing dengan laporan keuangan biasa tanpa adanya unsur mata uang asing.
Mahasiswa dapat menjelaskan masalah yang dapat timbul dalam proses penyusunan laporan keuangan mata uang asing, diantaranya penggunaan nilai tukar tidak langsung dalam perdagangan, dan transaksi jual beli yang dilakukan suatu negara dengan negara lain.

REFERENSI:

  1. Beams, Floyd A, Akuntansi Keuangan lanjutan di Indonesia, Buku Dua, Jakarta : Salemba Empat, 2000.
  2. Drebin, Allan R, Advance Accounting (Akuntansi Keuangan Lanjutan ), Edisi Kelima, Jakarta : Erlangga, 1996.
  3. Jeter, Advanced Accounting, John Wiley, 2001.
  4. Pahler, Advanced Accounting : Concept & Practice, 7 th Edition, Harcourt, 2000.
  5. Widayat, Utoyo, Akuntansi Keuangan Lanjutan : Ikhtisar Teori dan Soal, Edisi Revisi, Jakarta : FE Universitas Indonesia, 1999.
  6. Yunus, Hadori – Harnanto, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Edisi Pertama, Yogyakarta : BPFE Yogyakarta, 1994.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Recent Posts

Pages

Theme Support